Re: Bls: [beasiswa] Re: [Butuh Info] Banyakkah PNS yang berhasil sekolah ke LN?

Dear Mbak Dian & semua,
Memang terkadang atasan (menurut saya pribadi) suka cari2 alasan, tapi terkadang mereka juga mempunyai pertimbangan tersendiri. Ada atasan yang memang welcome banget, tapi ada juga atasan yang kalo ada informasi beasiswa yang masuk, di-keep supaya tidak disebarkan dengan alasan tertentu. Saya sering curi-curi start ke teman yang di bagian tata usaha untuk tanya info beasiswa. :) happy:) happy:) happy
Waktu saya jadi cpns tahun lalu dan mau minta surat keterangan untuk ngajuin berkas short course 3 bulan di suatu negara, alasan yang diberikan atasan, harus nunggu 3 tahun kerja dulu dan memprioritaskan pns yang sudah masuk duluan, padahal di satminkal lain, baru masuk pun sudah disekolahkan ke Aussie dan beberapa negara lain. Saya sempat tanya beberapa teman angkatan sebelumnya, ternyata ada yang berminat, dan akhirnya mengalah (maklum, orang baru, taat pimpinan), tetapi pada akhirnya saya mengetahui bahwa mereka tidak ada yang mendaftar. Sempat dongkol juga seh, kenapa gak dikasih tau & dikasih kesempatan anak baru yang berminat. Nah, surprise ending-nya teman seangkatan saya di-approve beasiswa dlm negerinya dan itu malah memacu kami-kami untuk berburu beasiswa. Beberapa waktu lalu, seorang rekan kerja minta ijin untuk ngajuin berkas beasiswa dlm negeri, atasan yang menurut saya sangat baik itu tidak berani memberikan harapan karena sudah ada yang dapat beasiswa di bagian kami, tetapi beliau akan coba ngomong ke Eselon II-nya. ( tuuuh, baik kan? meski saya tidak tahu hasil akhirnya :) happy:) happy:) happy ) Salah satu pertimbangan yang akhirnya diketahui itu adalah “kekurangan orang”. Hal ini sempat terjadi beberapa tahun lalu (banyak yang studi lanjut) dan itu mengakibatkan lahirnya kebijakan tersebut. Kan tidak lucu kalo semua pegawai studi lanjut dan yang tersisa hanya atasan-atasannya aja?? ;) winking;) winking;) winking
Bukan saya membela atasan-atasan, tetapi kenyataan yang dihadapi seperti itu di tempat kami. So, ambil positif-nya sajalah… Perjuangan tanpa hambatan, bukan perjuangan namanya. Tuhan pasti kasih jalan keluar. Kalau memang sudah waktu-Nya, pasti akan dapat beasiswa itu.
Selamat berjuang dan tetap semangat, mbak Dian.
Warm regards,
hana

——————-

 

Hello Ibnu,
Cerita anda sungguh inspiratif… hehe. Sekedar info saja buat millister, kalo di China warga nya malah banyak yang di sekolahin pakai biaya negara di United States, ribuan mahasiswa tiap tahun di kirimin ke US buat nuntut ilmu di program PhD, padahal mereka bukan PNS alias pegawai pemerintahnya China. Kalaupun setelah selesai juga belum tentu langsung balik ke China lagi. Terus pertanyaanya, kenapa China mau melakukan seperti itu???? Ya mereka berpikir itu merupakan investasi masa depan bagi negaranya. Jadi kalo suatu negara berinvestasi dengan cuma memberikan izin belajar saja susah, terus kapan mau majunya yah?? Semoga negara kita cepat sadar untuk segera bisa berinvestasi untuk SDM nya secara besar-besaran.. So tetap semangat teman yang lagi repot dengan perizinan!!!
Edy R
Student yg lg belajar di China

Dari: ibnu hafidz

saya påernah baca biografi menkes almarhumah,
dulu dia juga pas mau sekolah ke luar negri di halang2in sama atasanya (beliau juga PNS).
tapi dulu dia keukeuh apply terus dapat, tapi izin masih belum dapet, akhirnya dia langsung tembak ke atasanya yang paling tinggi (ane lupa, dulu mentri kesehatan atau deputinya)..
tapi akhirnya karena yang paling atas sudah iya, yang dibawah yang dulunya menolak juga nanti juga ngijinin…maklum di PNS kan , semua orang takut atasan…hehe

 

Pak krisna, memang seharusnya masuk tubel ya, tapi setelah saya bertemu kepala BKD beliau beralasan tidak bisa memberi status tubel kepada saya karena info beasiswa ini saya cari2 sendiri, berarti saya belajar karena inisiatif saya, dan beliau tidak merasa memerintahkan saya untuk sekolah lagi. Yang bisa dibilang tubel kalau menurut beliau jika pemberi beasiswa memberi undangan dulu ke pemda/instansi, baru oleh BKD diteruskan ke bawah. Saya sudah menjelaskan kalau kebanyakan teman2 yang berangkat dulunya juga karena inisiatif sendiri, tapi beliau tidak mau tahu:). Kalau saya nekat mau berangkat harus dengan cuti diluar tanggungan, berhubung masa kerja baru 3 tahun, berarti saya harus menunggu 2 tahun lagi.
Agak down juga pertamanya, tapi email respons teman2 PNS lain sangat menginspirasi untuk maju terus:)).. Jadi, ini masih mencoba cara lain, sempat berpikir mungkin form-nya saya mintakan ttd ke kepala puskesmas sj (tp ya jelas tidak bisa menceritakan kondisi sebenarnya,he..) ntar kalau ternyata lolos saya cari dukungan ke pejabat lain,haha.., dan banyak ide lain yang diusulkan teman2..
@pak albert: saya ragu info yang lewat internet akan mengena pada pimpinan saya.. Ketika saya akan menunjukkan peraturan2 tentang tubel yang saya browsing malam sebetulnya, kepala BKD saya bilang :”jangan yg hasil browsing loh ya, gimana saya ngeceknya” :D…
Oh ya, saya mencoba kontak australian embassy bag scholarship, dan ternyata dibalas sodara2…yayy..Senangnya… Ternyata mereka sudah kirim pemberitahuan ke jatim, tapi kelihatannya nggak nyampe tempat saya, as always, pemberitahuan beasiswa spesialis depkes juga sering begitu.. So..keep fighting dah…

Regards,

Dian Widiyaningrum

121 total views, 1 views today